Tampilkan postingan dengan label Kain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kain. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Februari 2016

Unknown

Sistem pembukaan mulut lusi Dobby

Mesin tenun dilihat dari sistem pembentukan mulut lusi terdapat 3 jenis yaitu : pembentukan mulut lusi menggunakan engkol , pembentukan mulut lusi menggunakan cam , pembentukan mulut lusi menggunakan dobby dan pembentukan mulut lusi menggunakan jacquard. Bagian mesin tenun ini disebut dobby. Dobby adalah peralatan yang dapat memilih masing-masing gun tanpa menggunakan injakan, sebuah manual dobby menggunakan batang yang mempunyai rantai yang telah dipasangakn paku. Paku tersebut memilih yang akan digerakan. Pada kedua kasus gun-gun diangkat atau diturunkan oleh kekuatan injakkan pada pedal dobby atau system elektrik atau sumber tenaga yang lain. Ini adalah perbedaan sangat mencolok antara dobby dengan mesin tenun biasa dengan injakan, dimana gun-gun dipasang dengan menggunakan tali dengan jumlah injakan yang terbatas untuk memilih dan menggerakan gun-gun.
Dobby mesin tenun memungkinkan berbagai macam jenis disain tenun yang tidak dapat dibuat pada mesin tenun dengan injakan, akibat dari kelemahan injakan. Area mesin tenun terbatas pada jumlah injakan yang dapat digunakan  pada kerangka mesin tenun, tetapi dobby hanya perlu menambah batang-batang pada rantai dobby untuk memperluas kapasitas tenunnya. Area tenun untuk delapan gun biasa membutuhkan sepuluh atau dua belas injakan tetapi peralatan dobby yang dipasang pada mesin tenun yang sama menggunakan rantaian batangnya berkisar dari dua belas sampai tujuh puluh  buah. Rata-rata rantai dobby dapat mempunyai kira-kira 50 batangan.   Dobby adalah peralatan pembentuk mulut lusi dimana corak anyaman yang dihasilkan ditentukan oleh rencana kartu yang dibuat. Dobby merupakan salah satu peralatan penggerak gun pada ATM, sama halnya dengan Cam atau Eksentrik, namun kekurangan-kekurangan pada peralatan eksentrik dapat ditutupi dengan menggunakan peralatan dobby ini, seperti ketidakpraktisan dan biaya yang relatif lebih mahal apabila menggunakan eksentrik, walaupun dobby itu sendiri masih memiliki kekurangan.
Dilihat dari kemampuan dalam membuat variasi desain anyaman, peralatan dobby berada antara peralatan tappet dan jacquard, dimana jika ada suatu desain anyaman yang tidak bisa dikerjakan oleh peralatan tapet, sementara tidak ekonomis jika menggunakan jacquard, maka desain anyaman tersebut bisa menggunakan peralatan dobby karena jumlah gun yang dapat dikontrol oleh peralatan dobby antara 8 sampai dengan 50 gun.
Dalam pemasangannya, dobby biasa ditempatkan diatas mesin tenun tetapi terkadang ada dobby yang dipasangkan di bawah mesin tenun baik dipasang disebelah kiri maupun dipasang disebelah kanan. Dobby dapat dipergunakan untuk membuat desain anyaman yang tidak bisa dikerjakan pada eksentrik akan tetapi terlalu mahal jika dikerjakan pada mesin jacquard. Penggunaan dobby pada industri pertenunan yang memproduksi kain-kain katun, dobby biasanya dipergunakan untuk mengontrol 24 gun akan tetapi yang sering digunakan adalah antar 16 sampai 20 gun.

Dobby dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok dilihat dari segi-segi berikut :
·            Pengangkatannya
·         Dobby dengan pengangkataan tunggal (single lift)
Pada dobby dengan pengangkatan tunggal, pisau yang menggerakan gun-gun harus berjalan bolak-balik (satu kali kekanan dan sat kali ke kiri) untuk setiap peluncuran benang pakan, sehingga gerakan dobby sama cepatnya dengan putaran poros engkol. Tiap-tiap gun hanya dihubungkan dengan satu platina. Dobby dengan pengangkatan tunggal dipergunakan untuk tenunan lebar dan tenunan berat.

·         Dobby dengan pengangkatan rangkap (double lift)
Jenis dobby ini menggunakan dua pisau untuk menggerakan gun-gun, pisaunya satu kali berjalan bolak-balik (satu kali ke kiri satu kali ke kanan) untuk tiap dua pakan yang diluncurkan. Tiap gun membutuhkan dua platina, dan dua platina tersebut bekerjanya berganti-ganti sesuai untuk tiap benang pakan ganjil dan yang genap, dobby akan bekerja lebih tenang sehingga sesuai dipergunakan untuk mesin yang memiliki RPM tinggi.

·            Banyaknya silinder yang digunakan
Jika dilihat dari banyaknya silinder yang digunakan, dobby dapat dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu : dobby dengan 1 silinder dan dobby 2 silinder.

·         Dobby 1 silinder
Sesuai dengan namanya, dobby 1 silinder adalah dobby yang mempergunakan satu buah silinder. Pada dobby jenis ini, desain-desain anyaman yang dibuat lebih terbatas dibandingkan dengan dobby 2 silinder terutama jumlah helai pakan dalam satu repeatnya. Dobby jenis ini biasa digunakan untuk pembuatan anyaman-anyaman sederhana.

·         Dobby 2 silinder
Lain halnya dengan dobby 1 silinder, dobby 2 silinder banyak digunakan untuk pembuatan desain-desain anyaman yang memerlukan jumlah helai pakan yang lebih banyak dalam satu repeatnya. Jumlah kartu dapat dibagi menjadi dua tempat, yaitu ditempatkan pada silinder 1 dan silinder 2, sehingga tidak meninggalkan jumlah kartu yang panjang pada mesin. Pada dobby 2 silinder dilengkapi juga dengan silinder tambahan yang berfungsi untuk mengatur silinder mana yang akan aktif untuk membuat desain anyaman yang sesuai dengan rencana

·            Pengembalian gun
Jika dilihat dari sistem pengembalian gun, dobby dapat dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu : dobby positif dan dobby negatif.

·         Dobby positif
Dobby positif adalah dobby yang dapat menggerakan gun untuk naik dan mampu menurunkannya kembali tanpa memerlukan peralatan lain.


·         Dobby negatif
Dobby negatif adalah suatu peralatan dobby yang hanya dapat menggerakan gun pada satu arah saja, dan biasanya hanya menggerakan gun untuk naik saja sementara untuk menurunkan gun tersebut diperlukan peralatan lain yang berupa per
·            Penggerak pisau
Jika dilihat dari penggerak pisaunya, dobby dapat dikelompokan menjadi dua yaitu : dobby dengan penggerak stang T, dan dobby dengan penggerak cam
·         Dobby stang T
Dobby dengan penggerakan stang T, adalah peralatan dobby yang menggunakan sebuah stang yang berbentuk T untuk menggerakan pisau atas dan pisau bawah secara bergantian arah, stang T digerakan oleh suatu stang penghubung yang dapat bergerak naik turun karena dihubungkan dengan poros pukulan.
·         Dobby cam
Dobby cam adalah suatu peralatan dobby yang menggunakan cam yang dipasang dengan arah yang berlawanan untuk menggerakan pisau atas dan pisau bawah, dimana putaran dari cam didapat dari poros utama melalui rantai penghubung yang menggerakan roda gigi payung yang seporos dengan cam.

·            Jenis kartu
Jika dilihat dari jenis kartu yang digunakan, dobby dapat dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu : dobby kayu dan dobby plastik

·         Dobby kayu
Dobby kayu adalah suatu peralatan dobby yang menggunakan kartu yang terbuat dari kayu untuk pembacaan desain anyaman. Kayu-kayu ini memiliki lubang-lubang sebanyak dua baris dan masing-masing baris menunjukan jumlah helai pakan. Lubang pada dobby kayu yang dipasang paku dobby dapat menggerakan gun naik sedangkan lubang pada dobby kayu yang tidak dipasang paku dobby membuat gun diam ditempatnya yang dapat menimbulkan efek pakan, melalui mekanisme peralatan dobby.

·         Dobby plastik/kertas
Dobby plastik adalah suatu peralatan dobby yang menggunakan plastik untuk pembacaan desain anyaman yang direncanakan, plastik-plastik ini diberi lubang sesuai dengan rencana tenunnya, setiap lubang menunjukan efek lusi yang akan terbentuk pada kain, karena melalui mekanisme peralatan dobby dengan dobby plastik ini, jarum-jarum vertikal sebagai jarum peraba akan jatuh pada lubang tersebut kemudian gerakan lebih lanjut akan menurunkan hook yang nantinya akan terbawa oleh pisau yang bergerak bolak-balik.


·            Posisi/letak
o   Atas
o   Bawah
o   Kanan

o   kiri
Read More

Rabu, 24 Februari 2016

Unknown

CARA UJI TAHAN GOSOK KAIN DENGAN METODE MARTINDLE-PENILAIAN PERUBAHAN PENAMPAKAN SNI 7890:2013




Referensi Standar :


ISO 12947-4 :1998, MOD, SNI 7890:2013






1.      Ruang Lingkup
Menentukan perubahan kenampakan contoh uji yang meliputi berbagai jenis kain termasuk nirtenun dan kain yang menunjukan ketahanan gosok yang rendah dalam pemakaian

2          Prinsip

Contoh uji berbentuk lingkaran di gosok dengan beban tertentu menggunakan media penggosok (kain standart) mengikuti gerakan yang membentuk gambar Lissajous. Pada alat penjepit contoh uji dipasang media penggosok yang dapat berputar bebas pada porosnya yang tegak lurus terhadap bidang contoh uji. Evaluasi ketahanan gosok kain tekstil ditentukan berdasarkan penilaian perubahan kepenampakan.
Pengujian dilakukan menggunakan penjepit contoh uji beserta batang dengan berat (198±2)g.
Perubahan permukaan dari contoh uji yang di uji dinilai dan dibandingkan dengan contoh uji dari kain yang sama yang tidak diuji dengan pilihan menggunakan dua metode berikut:
a)    Pengujian tahan gosok berdasarkan jumlah gosokan yang disetujui dan di nilai apakah terjadi perubahan permukaan
b)    Pengujian tahan gosok berdasarkan perubahan permukaan yang disetujui dan penetapan interval uji saat perubahan permukaan telah terjadi

3.            Ukuran Contoh Uji Dan Bahan – Bahan Pembantu


§  Ukuran Contoh Uji Diameter atau panjang dan lebar contoh uji sekurang-kurangnya harus berukuran 140mm
§  Ukuran Kain Penggosok ukuran kain penggosok harus berukuran 38 ± 0.5mm
§  Ukuran kain Felt contoh uji harus berukuran 140±0.5mm
§  Ukuran Pelapis karet busa harus berukuran 38±0.5mm
§  Pengambilan spesimen harus diambil tidak boleh kurang dari 100 mm dari sisi/pinggir kain dan harus dari tempat yang berbeda-beda sehingga mengandung benang lusi dan pakan yang berbeda

4.        Keselamatan dan Alat Pelindung Diri
4.1          Sarung Tangan

5.            Persiapan Dan Pemasangan Contoh Uji


4.2          Persiapan
Cetak atau potong contoh uji dari contoh laboratorium
Persiapkan bahan bahan pembantu dari potongan potongan kain tenun, kain felt atau pelapis kater busa dengan bentuk yang sama
4.3          Pemasangan Contoh Uji
4.3.1       Gerakkan lempeng penggerak penjepit contoh uji untuk memastikan dapat bergerak bebas pada meja penggosok
4.3.2       Tempatkan kain felt pada meja penggosok dan tempatkan contoh uji di atas kain felt
4.3.3       Tekan kain felt dan contoh uji pada meja penggosok dengan beban pemberat ( 2.5±0.5) kg dan diameter (120±10)mm
4.3.4       Kencangkan cincin penjepit dan kunci kain felt dan contoh uji dengan kuat

4.4          Pemasangan Kain penggosok
4.4.1       Tempatkan sekrup penjepit contoh uji pada rangka alat uji
4.4.2       Pasang kain penggosok pada sekrup penjepit contoh uji dengan bagian yang digosok menghadap kebawah dengan hati hati dan tepat di tengah. Pasang pelapis karet busa di atas karet penggosok
4.4.3        Sisipkan penjepit contoh uji pada sekrup penjepit contoh uji, tempatkan pada penjepit contoh uji di atas sekrup dan kencangkan

4.5          Persiapan Mesin Penggosok
Setelah pemasangan contoh uji dan bahan bahan pembantu, tempatkan lempeng penggerak penjepit contoh uji pada posisinya dan tempatkan dengan tepat penjepit contoh uji dan batang pada masing masing bidang kerjanya


6.            Prosedur Pengujian
    1. Awali uji tahan gosok setelah menentukan jumlah gosokan berdasarkan rangkaian uji sesuai yang tertera di table 1, lanjutkan pengujian tanpa jeda hingga jumlah gosokan yang ditentukan tercapai
    2. Bergantung pada jumlah gosokan yang diharapkan untuk mencapai perubahan kenampakan contoh uji yang telah ditentukan, gunakan interval uji (gosokan) yang tertera pada table 1, lakukan penilaian kenampakan contoh uji pada setiap interval
    3. Untuk menilai kenampakan,lepaskan dengan hati hati penjepit contoh uji dengan penggosok yang terpasang. Lepasakan contoh uji yang terpasang pada meja penggosok di alat uji dan nilai perubahan permukaan. Apabila perubahan permukaan yang di tentukan belum terjadi, pasang kembali contoh uji dan penjepit contoh uji dan lanjutkan pengujian untuk interval uji berikutnya. Pastikan contoh uji dan penjepit contoh uji dikembalikan pada bidang kerja semula
    4. Hasil uji yaitu jumlah gosokan pada saat kenampakan permukaan yang di tentukan belum teramati, dicatat terpisah untuk setiap contoh uji. Interval waktu dengan demikian ditetapkan ketika perubahan kenampakan permukaan terjadi 
    5. Apabila contoh uji tidak memperlihatkan efek seperti yang ditentukan secara simultan, lanjutkan uji gosok pada contoh uji tersebut hingga memperlihatkan efek yang telah ditentukan.
    6. Dikarenakan kenampakan permukaan dan kain yang berbeda dapat beragam, kondisi pengamatan dan kenampakan permukaan yang akan dinilai harus telah disetujui sebelum pengujian dimulai dan di catat pada laporan hasil uji.

Table 1 – interval uji untuk pengujian perubahan kenampakan permukaan

Rangkaian Uji
Jumlah gosokan yang diharapkan untuk mencapai hasil kenampakan permukaan
Interval uji (gosokan)
A
<48
16 kemudian setiap 8
B
>48<200
48 kemudian setiap 16
C
>200
100 kemudian setiap 50

7.            Laporan hasil uji
Laporan hasil uji mencangkup
6.1                  Kondisi contoh uji dan data tekknis
6.2          keterangan rinci dan rangkaian uji (lihat table 1) dari metode yang digunakan dan uraian atau keterangan dari dasar penilaina ( misalnya, urutan skala yang di gunakan, contoh standart)
6.3                  Hasil uji atau hasil penilaian:
6.3.1                 Batas kepercayaan dari nilai rata rata apabila digunakan
6.3.2         Perubahan warna yang telah dinilai apabila digunakan
6.4          Penyimpangan prosedur ( misalnya kesepakatan khusus terhadap kondisi pengujian atau penilaian)
Read More

Minggu, 21 Februari 2016

Unknown

Test Shading pada kain


Test Shading  ini bertuan untuk menentukan adanya perbedaan gradasi warna dalam satu rol kain. Pengecekan shading dilakukan pada light box dengan sudut specimen dengan mata adalah 45 derajat.  Test  shading  berdasarkan pengecekannya ada  4  macam yaitu:
a.  Side to side, yaitu  perbedaan gradasi warna yang berbeda pada samping kanan kain dengan bagian samping kiri kain.
b.  Side to center yaitu perbedaan gradasi warna yang berbeda dari bagian samping kanan/ kiri kain dengan bagian tengah kain
c.  End to end,  center yaitu perbedaan gradasi warna yang berbeda dari bagian awal roll kain dengan bagian ujung roll kain kain
d. kombinasi dari ketiga jenis tersebut
Langkah yang dilakukan untuk mengecek  shading

1  Potong kain 25 cm ke arah panjang dan selebar kain
2. Lipat selebar kain antara bagian kanan dengan bagian kiri sehingga pinggir kain saling bertemu  15cm dari pinggiran kain.








3.       Potong pada bagian tengah kain sehingga menjadi dua bagian, dengan permukaan kain ada pada  bagian dalam

     4.  Lipat kain sehingga bagian tengah kain dengan pinggiran kain dan bagian kanan dengan kiri kain.


     5.       Satukan dengan cara dijahit bagian tengah dan pinggiran kain (A, C & B,D) 

     6.       Periksa side to side shading (jahitan pada bagian tengah) dan side to center shading (AC & B,D)

  

    7.       Untuk pemeriksaan End to end maka lakukan langkah 1-6 pada bagian awal roll & akhir roll kemudian satukan dengan cara dijahit, periksa bagian awal roll dengan akhir roll.







Read More